LIPUTANBMR.COM,KOTAMOBAGU– Suksesi pelaksanaan Lomba Adzan tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU) Kotamobagu tidak lepas dari dukungan sejumlah pihak. Salah satunya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenegakerjaan.
Dimana dalam lomba ini, panitia pelaksana bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Kotamobagu mendaftarkan sejumlah 49 orang peserta lomba dalam program perlindungan sosial ketenagakerjaan.
Dalam acara penutupan rangkaian kegiatan lomba yang digelar di Masjid Agung Baitul Makmur, Kartu BPJS Ketenagakerjaan diserahkan secara langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kotamobagu Syafril Muin, kepada sejumlah perwakilan peserta lomba.
“Jadi seluruh peserta lomba adzan ini, melalui panitia pelaksana didaftarkan dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan selama 3 bulan ke depan,” ujar Syafril, ditemui awak media usai penutupan lomba, Minggu (13/8) malam.
Menurut Syafril, panitia pelaksana melihat bahwa selain lomba menampilkan adzan perlu juga melindungi seluruh peserta lomba melalui program sosial ketenegakerjaan.
“Dimana, ketika terjadi risiko kecelakaan kerja, manfaat keikutsertaan dalam BPJS ini unlimited. Artinya biaya pengobatan tak terbatas ketika mengalami kecelakaan kerja bahkan jika meninggal santunannya hingga Rp42 juta. Selain itu kepada ahli waris juga diberikan santunan sebesar Rp70 juta dan jika memiliki anak, ada beasiswa Rp174 juta untuk 2 orang anak,” terangnya.
“Itulah yang dilihat panitia pelaksana sehingga mereka tidak hanya melihat SDM nya tapi juga bagaimana melindungi jiwa peserta lomba adzan ini melalui BPJS Ketenagakerjaan,” sambungnya lagi.
Penulis: Hendrawan Madjahia
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
