ASAHAN | LIPUTANBMR.com – Halal bihalal mempererat persatuan dan kebersamaan antar umat muslim di Kabupaten Asahan, Disuasana Hari Raya Idul Fitri 1444 H, kembali lagi puluhan Jamaah umat muslim dari beberapa kalangan mengikuti Kajian Kebangsaan dengan Tema, “Silaturahmi Jalin Persahabatan dan Ukhuwah”.
Kegiatan silaturahmi kali ini terlaksana disalah satu kediaman jamaah tepatnya di Jalan Kartini No. 210 Kisaran, Kecamatan Kisan Timur Kabupaten Asahan, Minggu (23/4/2023) sekira pukl 19.30 WIB, hingga selesai.
Dihadiri kurang lebih hampir seratus orang jamaah dari berbagai kalangan ikut mendengarkan dan mengikuti kajian siraman rohani, dengan penceramah disampaikan oleh Ustadz Marwan Marpaung.
Mengawali tausiahnya Ustadz Marwan Marpaung mengucapkan terimakasih kepada penyelengara kegiatan silaturahmi dan sekaligus makan bersama ini bisa kembali terlaksana kembali.

Lebih lanjut dalam ceramahnya Ustadz menyebutkan, Yang pertama kita harus paham apa NKRI?, kalau tidak kita tanamkan NKRI ini maka akan menimbulkan Toleransi, seperti contohnya terjadinya BOM Bunuh diri di tempat Ibadah.
“Sebab adanya pemahaman NKRI itu sehingga memaksakan pemahaman yang dimilikinya untuk di terapkan,” kata Ustadz.
Kata ustadz juga mengatakan bahwa kita beramal sesuai dengan kepercayaan kita, biarkan mereka menjalankan pemahaman dan agama mereka, itulah arti toleransi dalam beragama.
Intoleransi agama itu tidak memberikan ruang dan tidak menghargai agama lain dalam menjalankan agamanya.
“Kemudian bisa saja dampak dari intoleransi itu dapat mengakibatkan konflik sosial dalam masyarkat seperti contoh, memaksakan agama dia kepada orang,” sambungnya.
Yang kedua Ustadz mengatakan bahwa dampaknya tidak peduli dengan lingkungan masyarakat sekitar, rasa simpati tidak ada yang akan menyebabkan pertikaian dan permusuhan.
Yang ketiga menganggap suku bangsa yang lain tidak baik sehingga akan menimbulkan Intoleransi.
“Yang keempat, akan menimbulkan sifat perpecahan di dalam lingkungan kita,” bebernya.
Sambungnya menambahkan bahwa nilai- nilai NKRI itu harus kita tanamkan di dalam diri kita sehingga terhindar dari perpecahan dan permasalahan permasalahan intoleransi beragama tidak terjadi di lingkungan kita.
Kita di negara Republik Indonesia ini ada beberapa agama yang di akui, lalu bagaimana kan ajaran agama Islam memandang hal itu?
Nabi Muhammad itu di utus Illa Rahmatan Lil Alla Amin, Rahmat itu artinya kasih sayang dan kebaikan itulah misi rasul di muka bumi ini.
Itu harus kita tanamkan di dalam diri kita sehingga jangan sampai kita berpaham Intoleransi, Islam itu adalah sebuah agama yang paling sempurna, Islam itu juga merupakan sebuah agama yang penuh dengan toleransi, saling hormat menghormati, pada zaman Rasul sangat menghormati sesama agama.
Kajian toleransi jangan sampai kita salah paham, Toleransi itu harus kita pilah bagaimana yang boleh dan bagaimana yang tidak boleh, toleransi itu adalah persoalan persoalan sosial di luar ibadah.
“Kita tidak boleh terlalu mencintai agama yang berlebih sehingga mengakibatkan kebencian terhadap agama lain dan lama kelamaan mengarah ke pemahaman radikal,” pungkasnya.
Terakhir dalam ceramahnya, kata ustadz, Pandai lah kita memahami pemahaman- pemahaman ajaran agama yang di sampaikan. Toleransi itu menghormati di luar ibadah.
Boleh kah kita melakukan peperangan terhadap orang kafir, boleh. Tetapi terhadap kafir Hardi (kafir yang ingin menghancurkan Negara dan Agama Islam).
Jangan kita terlampau mencintai sehingga mengakibatkan kebencian terhadap agama lain, dan kita sebagai umat Islam ini jangan sampai menjadi liberal (Bebas).
“Namun kita harus dapat menjadi umat Islam yang Moderat tidak ke kiri dan ke kanan,” tutup Ustadz Marwan Marpaung dalam ceramah kajiannya.
Kegiatan ini berjalan dengan aman dan damai hingga selesai sekita Pukul 21.00 WIB dan ditutup dengan Doa dan sekaligus makan bersama. [dedek]
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
