MRBM

Umat Muslim Kotamobagu Pertanyakan Pembangunan Masjid Raya Baitul Makmur

LiputanBMR.com, Kotamobagu – Ketidakjelasan kelanjutan pembangunan Mesjid Raya Baitul Makmur (MRBM) Menimbulkan reaksi protes dari sejumlah umat muslim di kotamobagu.

Setelah terhenti di tahun 2014 silam karena tidak dianggarkan untuk pembangunan fisik, malah di tahun 2015 ini MRBM disebut-sebut bertentangan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Tapi anehnya, Suda dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014 sebesar Rp 17 Miliar.

Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kotamobagu Dedi Martasen, SE saat bersua dengan awak media mengatakan “Terhambatnya pembangunan MRBM, menggambarkan ketidak seriusan pemerintah akan kelanjutan pembangunan masjid terbesar di Sulawesi utara ini”.

Dedi juga menyinggung pemerintah, kalau masjid Agung satu satunya di dunia yang terbuat dari Triplex/Kayu Lapis hanya ada di kota kotamobagu.

Komitmen pemerintah dengan kepentingan keumat saat ini patut di pertanyakan, “kalau pemerintah sudah tidak mampu membangun MRBM, kami dari BKPRMI akan melakukan gerakan mengumpulkan sumbangan di depan Masjid Raya Baitul Makmur.

Senada juga di sampaikan Wakil Ketua KNPI KK Windiarto Entebone, “ Kami dari pemuda sangat menyangkan suda tiga tahun ini tidak ada pembangunan yang di lakukan pemerintah untuk kelanjutan MRBM”

Dalam waktu dekat pemuda dan sejumlah organisasi islam akan melakukan aksi protes kepada pemerintah guna mempertanyakan kelanjutan Masjid Raya Baitul Makmur, ini adalah kepentingan umat muslim dan menjadi tanggung jawab kita bersama, tutup Windi. (Rian_Th)

Komentar Facebook

Komentar

Klinik Utama Kasih Fatimah

About Windiarto

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*