DPP PAMI Rommy Rumengan
DPP PAMI Rommy Rumengan

Tidak Berhasil di Kotamobagu, PAMI Bohongi Warga Boltim

LiputanBMR,Boltim – Tidak di terima di Kotamobagu pada (04/11/2015) dalam penawaran konsep Demo besar-besaran ternyata tidak membuat Persatuan Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) menyerah untuk melebarkan sayap.

Terbukti, Usai Debat Kandidat Cabup dan Cawabup Boltim yang berlangsung Kamis(05/11/2015), PAMI mendatangi salah satu calon pasangan Bupati Boltim dan Berorasi sembari menawarkan dan mengajak masyarakt Boltim untuk melakoni seperti apa yang mereka sampaikan saat melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat di Kotamobagu. Baca http://www.liputanbmr.com/kotamobagu/bawa-konsep-kj-pami-di-usir/

Berikut Bunyi Penyampaian Ketua DPP PAMI Rommy Rumengan yang berhasil dihimpun LiputanBMR.com di Boltim

“Ada agenda regular PAMI DPD Sulawesi Utara untuk menggelar aksi demo besar-besaran hingga tanggal 21 januari,. Dan kami sudah memasukkan penyampai ke Polda Sulawesi Utara untuk menggelar demo pada tanggal 10 November di Kantor gubernur Sulawesi Utara yang , dengan Nomor : 29/SP/DPD-PAMI/2015/. Tertanggal (2 November 2015). Tadi malam kami (PAMI) mengadakan pertemuan dialog di Rudis Wakil Walikota dan dihadiri 300-400 warga dan tokoh masyarakat di Kotamobagu dan konsep untuk melakukan demo sudah di setujui Tokoh Masyarakat Kotamobagu. Selesai makan dan melanjutkan dialog, ada empat petinggi Kotamobagu membertahu Saya (Rommy),” Ketum datang ke Kotamobagu, melakukan kesalahan besar jika tidak bertemu dengan “Eyang” (Sehan Landjar). Selesai dialog saya (Rommy) memancing lagi kenapa saya harus bertemu dengan Eyang? Dan di jawab Karena beliau (Eyang) adalah salah satu pemerkasa BMR. Sebelumnya saya(Rommy) sudah teleponan dengan Kapolres.

Fakta Hasil Dialog di Rudis Wawali Kotamobagu

  • Konsep yang disodorkan PAMI untuk melakukan Demo pada tanggal pada tanggal 10 November sama sekali tidak di setujui peserta Dialog di rudis Wawali Kota Kotamobagu.
  • Jumlah peserta yang hadir dalam Dialog tersebut kurang lebih 50 peserta bukan 300-400
  • Empat petinggi yang disebutkan tidak pernah menyapaikan agar PAMI bertemu dengan Eyang
  • Kapolres tidak pernah melakukan Komunikasi dengan PAMI lewat telepon

Salah satu Tokoh Pemuda dan juga Bagian Humas Pembentukan Propinsi Bolaang Mongondow Raya yang juga calon Bupati Boltim Nomor Urut 1 Boltim ketika mendengar informasi tersebut langsung bereaksi dan mencari informasi ke Bendahara P3BMR yang juga menjadi moderator, Deny Mokodompit. Selanjutnya Deny Mengakui jika ada insiden dalam diaolog tersebut, dimana konsep yang disodorkan tidak penah diterima karena bertentangan dengan peraturan.

Chandra Sendiri menganggap jika masyarakat tidak perlu melakukan aksi demo, karena PBMR sudah masuk pada antrian terdepan, tinggal menunggu tanda tangan Kemendargi seperti yang disampaikan Pj Gubernur Sulawesi Utara DR Soni Sumarsono.

Peliput/Editor : Octav

Komentar Facebook

Komentar

Klinik Utama Kasih Fatimah

About Windiarto

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*