Keluarga Shinta Sajouw Melakukan pemasangan Lilin di pintu masuk Inul Vizta
Keluarga Shinta Sajouw Melakukan pemasangan Lilin di pintu masuk Inul Vizta

Kisah Mengharukan Paska Tragedi Inul Vizta

LiputanBMR-Minggu (25/10/2015) merupakan hari yang mungkin sangat sulit dilupakan oleh keluarga dan sahabat korban kebakaran tempat karaike inul vizta di kawasan mega mas Manado. Tragedi tersebut harus menghilangkan 12 nyawa karena menghirup racun kimia yang di sebabkan oleh kebakaran tersebut.

Salah satu korban Virginia Shinta Sajow. Keluarga besar dan sahabat Virginia Shinta Sajow terlihat mendatangi TKP pada Selasa (27/10/2015) Malam dengan membawa lilin, dan menyalakan lilin di lokasi dimana Shinta kehilangan nyawanya. keluarga dan teman-teman korban yang datang menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua menyanyikan lagu Mars Pemuda GMIM dan Kidung-kidung Pujian dilanjutkan dengan Doa bersama yang dipimpin oleh Pendeta Smitha Manoppo, setelah itu keluarga korban memasang lilin di depan pintu masuk Inul Vizta.

jenazah suami istri Freddy Kalalo - Claudia Wowor korban kebakaran inul vizta dibawa ke tkp

Jenazah suami istri Freddy Kalalo – Claudia Wowor korban kebakaran inul vizta dibawa ke TKP

Sebelumnya, korban lain yang merupakan pasangan suami istri Freddy Kalalo – Claudia Wowor korban kebakaran Inul Vizta, Minggu (25/10) dibawa ke lokasi kebakaran Inul Vizta Sebelumnya diadakan ibadah pelepasan jenazah yang dilaksanakan di rumah duka keluarga Kalalo di Kelurahan Karombasan Utara Lingkungan II.

Jenazah rencananya akan di semayamkan di Desa Tamblang Kecamatan Tompaso Baru, Kabupaten Minahasa Selatan sebelum dikuburkan esok harinya. Sejumlah kerabat dan teman dekat kedua korban bersama iring-iringan mobil jenazah berhenti sejenak di lokasi kebakaran, memanjatkan doa sejenak dan menyanyikan kidung pujian.

Seperti diketahui, terjadi kebakaran hebat di tempat karaoke Inul Vizta. 12 Orang menjadi korban tewas dalam kebakaran yang terjadi pada Minggu (25/10) kemarin.

Editor : Octav

Komentar Facebook

Komentar

Klinik Utama Kasih Fatimah

About Windiarto

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*