Arman Mokoginta, SE
Arman Mokoginta, SE

Arman: Sebaiknya Pemerintah Kotamobagu Terapkan Penjurian Grand Final Uyo Nanu Menggunakan Bahasa Mongondow

LiputanBMR, Kotamobagu – Ajang Penganugerahan Putra Putri Terbaik Daerah (Uyo Nanu) untuk Kota Kotamobagu menjadi perhatian khusus dari salah satu aktifis pemuda sekaligus pemerhati Budaya di Tanah Totabuan.

Hal ini mengundang respon baik dari Bung Arman Mokoginta, SE, dia mengatakan potensi kaderisasi putra dan putri daerah tanah totabuan dalam ajang Penganugerahan uyo nanu sekarang harus lebih memangtangkan kekatogeri potensi kedaerahannya.

Memang benar, Kota Kotamobagu ini menjadi barometer dari 4 kabupaten tetangga, karena di kotamobagu lah tempat berdomisili beberapa etnis suku yang tinggal dan menetap lebih dari beberapa tahun, Malahan sudah ada yang lahir dan beranak cucukan di tanah totabuan ini, yang notabene mempunyai etnis suku Jawa, Bugis, Gorontalo, Tionghoa, Minahasa dan masih banyak lainnya,” terang Arman Mokoginta saat bersua dengan awak media LiputanBMR.com di lokasi Karantina Peserta Uyo Nanu Kotamobagu Hotel Sutan Raja, senin (02/05) siang tadi.

Maka dari itu panitia Uyo Nanu harus menerapkan berbahasa Mongondow untuk penjurian finalis sebentar nanti, jangan hanya melihat dari dasar intelektual secara umum, minimal para peserta harus menguasai bahasa Mongondow dan apa yang menjadi Sejarah budaya Bolaang Mongondow khususnya,” jelas Arman.

Ajang ini bukan hanya mentok di kota kotamobagu, mungkin akan berjenjang sampai ke ajang Nyong Noni sulut dan Ke ajang yang lebih tinggi Kelasnya Nasional, jelas kami sebagai masyarat Kota Kotamobagu Khususnya Bolaang Mongondow Raya akan sangat bangga dengan putra putri kami jika suatu saat akan berkompetisi di tingkatan Nasional dan akan bersaing dengan potensi daerah yakni kultur bahasa Mongondow,” tutupnya.

Peliput: R_Th

Komentar Facebook

Komentar

Klinik Utama Kasih Fatimah

About Rian Thalib

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*