Diduga Proyek Bodong Bencana Alam DIbantaran Sungai Desa Poyowa Besar Satu
Diduga Proyek Bodong Bencana Alam DIbantaran Sungai Desa Poyowa Besar Satu

Diduga Adik Orang No 1 Di Kotamobagu Kelola Proyek Bodong

LiputanBMR, Kotamobagu – Diduga pekerjaan Proyek Bencana Alam di Desa Poyowa Besar I yang dikerjakaan salah satu Adik Orang No 1 di Kotamobagu syarat Proyek Ilegal (Bodong).

Hal ini langsung mendapat tanggapan keras dari sejumlah warga sekitar di bantaran sungai Poyowa Besar 1.

Saat awak media LiputanBMR.com menyambangi lokasi proyek yang diduga bodong tersebut langsung di hadang oleh salah satu warga Poyowa Besar 1 (AG) alias Gung yang mengatasnakan pemilik proyek tersebut, namun langsung di bantah salah satu warga sekitar yang tidak ingin namanya di beritakan mengatakan bahwa, proyek tersebut milik (FB) alias Fian Adik Orang No 1 di Kotamobagu dan bukan milik AG.

Saat awak media ini mengkonfirmasi lebih lanjut ke salah satu warga sekitar RM alias Ulan mengatakan bahwa proyek ini diduga proyek ilegal, karena tidak mencantumkan papan proyek, dan lebih buruknya lagi pemasangan konstruksi penahan debit air hanya dibuat asal-asalan.

“Bayangkan saja pembuatan tanggul penahan debit air tidak memiliki Koforan atau tidak digali lebih dulu untuk dibuat pasangan, melainkan hanya ditempel dipermukaan tanah dan saluran airnya ada dibawah tanah yang terpasang tanggul tersebut,” jelas Ulan.

“ini kami rasa adalah proyek bodong, karena sumber anggarannya kami tidak pernah mengetahui berapa jumlahnya. Seharusnya pihak kontraktor dan pemerintah dalam hal ini dinas terkait harus mengsosialisasikan ke masyarakat setempat, karena inikan proyek bencana alam,” tanya Ulan.

Lebih lanjut Ulan mengatakan, kalau bisa pihak kepolisian dengan kejaksaan turun langsung dan bila perlu proyek tersebut diberhentikan, jika tidak uang Negara yang diperuntukan untuk proyek tersebut akan sia-sia saja dengan cara kerja asal-asalan seperti yang terjadi dilapangan,” pintanya.

Namun saat awak media ini mencoba untuk mengkonfirmasi kebenaran isu pemilik proyek tersebut ke FB secara langsung, dia mengatakan bahwa, dia tidak mengetahui proyek tersebut apalagi mengerjakan proyek itu, “memang benar saya menikah di Desa Poyowa Besar, namun jangan karena saya menikah di Desa tersebut, trus saya adalah pemilik proyek tersebut,” jawabnya.

Peliput: R_Th

Komentar Facebook

Komentar

Klinik Utama Kasih Fatimah

About Rian Thalib

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*