Foto Peristiwa
Foto Peristiwa

Saling Usir Jelang Pilbup Boltim

LiputanBMR,Tutuyan– Suhu politik jelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow timur semakin menjadi-jadi. Setelah kasus saling lapor antara Noval Sumendap dan Sehan Lanjar, kali ini terjadi aksi saling usir antara pendukung satu dengan pendukung yang lain. Hal ini menjadi pemandangan yang asing di daerah yang sekarang dipimpin oleh Pjs Bupati Rudi Mokoginta, paska di lantik beberapa waktu lalu saat menggantikan Sehan Landjar yang masa tugasnya sudah berakhir.

Peristiwa Delapan keluarga di desa Kayu Moyondi yang diketahui adalah pendukung Sehan Landjar-Rusdi Gumalangit di duga kena Usir dari pemilik lahan yang merupakan pendukung nomor urut 2 Sahrul Mamonto dan Medy Lensun. “Kami diusir hanya karena tak dukung SMILE(Sahrul Mamonto dan Medy Lensun). Kami adalah pendukung  bapak Sehan Landjar. Kami cinta pak Sehan Landjar meski resikonya kami harus tanggung seperti ini. Untung saja masih ada warga lain yang berbaik hati,” ujar salah satu warga yang terkena dampak peristiwa tersebut.

Di tempat lain peristiwa serupapun terjadi dengan pendukung yang berbeda, diduga karena mendukung pasangan Sahrul Mamonto dan Medy Lensun, Seorang pemilik tanah rela mengusir Seorang nenek, ibu hamil dan seorang balita yang menumpang tinggal di rumah oknum tim sukses SERU (Sehan Landjar-Rusdy Gumalangit)

Kedua peristiwa di ataspun menimbulkan prihatin dari LSM LP3T BMR, Irawan Damopolii, menyesalkan peristiwa yang mengorbankan para rakyat kecil di tanah Bolaang Mongondow Timur tersebut.”Konflik yang semakin menjadi-jadi terhadap dampak politik di Bolaang Mongondow Timur yang melibatkan kalangan masyarakat ini seakan di biarkan oleh para Elit yang mempunyai kepentingan masing-masing. Dan yang menanggung resiko adalah masyarakat itu sendiri” Ketus Irawan

Di tambahkan juga, jika yang harus bertanggung jawab dalam peristiwa beberapa pecan terakhir ini adalah para Elit itu sendiri, juga pemimpin saat ini walaupun hanya sebagai pejabat sementara, tapi dia harus menjadi penengah dalam melerai persoalan yang sudah menyangkut moral masyarakat. Jadi saya meminta para Elit agar tidak membiarkan peristiwa ini berkelanjutan hingga berdampak pada stabilitas di tanah Bolaang Mongondow timur. Ujar Irawan. (Oct)

Komentar Facebook

Komentar

Klinik Utama Kasih Fatimah

About Windiarto

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*