vaksin boltim

Distanak Boltim Melakukan vaksinasi 4728 Hewan Penular Rabies

LiputanBMR.com, Boltim – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) secara rutin melakukan vaksinasi terhadap empat ribuan Hewan Penular Rabies (HPR) di Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Kepala Distanak Boltim Ramlah Mokodompis melalui Kabid Peternakan Berty Ruindungan mengungkapkan populasi HPR terbanyak adalah anjing sebanyak 4.100 ekor, kucing sebanyak 564 ekor dan kera 64 ekor. “Kita lakukan vaksinasi setiap enam bulan sekali secara gratis,” kata Berty, Rabu (3/2).

Pihaknya akan melakukan vaksinasi pada Maret dan September mendatang untuk mencegah bahaya virus rabies. “Kita sudah ajukan permohonan vaksin kepada empat ribu hewan ke Dinas Peternakan Provinsi untuk tahap pertama,” bebernya.

Tahun lalu tak ada kasus rabies yang menyebabkan kematian. “Datanya di dinkes, kalau tidak salah ada 49 kasus gigitan. Tapi bukan rabies,” ucapnya.

Pihaknya bekerjasama dengan dinkes, penyuluh, pemerintah desa untuk melakukan upaya preventif. “Upaya pencegahan terus dilakukan dengan melakukan vaksinasi. Selain itu, dilakukan upaya pengendalian dan pengobatan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Wabah Dinkes Boltim Sammy Rarung mengungkapkan terdapat 49 kasus gigitan anjing pada 2015 dan 23 orang yang digigit anjing harus diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR).

“Setelah mendapati kasus gigitan, maka akan melakukan observasi terhadap anjing yang menggigit tersebut selama 14 hari. Jika anjingnya meninggal atau anjing hilang, tertabrak atau dibunuh, maka petugas kesehatan harus memberikan VAR kepada korban,” terangnya.

Vaksin tersebut dibagikan secara gratis untuk disuntikan kepada warga yang digigit. Padahal harganya hampir Rp 1 juta.

Bagi warga yang digigit HPR langsung mencuci bekas gigitan di air mengalir hingga bersih dan segera menuju fasilitas kesehatan untuk ditangani tenaga kesehatan yang profesional.

“Anjing yang menggigit jangan langsung dibunuh. Ini penting untuk mengetahui kondisi anjing jika terinfeksi virus,” imbaunya. (Mulyadi)

 

 

Sumber : TMc

Komentar Facebook

Komentar

Klinik Utama Kasih Fatimah

About Windiarto

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*