korban

Diduga Anak Bupati Boltim Lakukan Kriminalisasi Kepada Warga

LiputanBMR.com, Kotamobagu – Dua korban penganiayaan masing-masing bernama Hilda Mokodompit (46), warga Desa Bulawan, dan Fahri Sehmat (35) warga Desa Kotabunan Induk, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Boltim, merasa tidak mendapat keadilan dari aparat penegak hukum Polsek Kotabunan, atas penyelesaian kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan secara bersama-sama oleh oknum anak Bupati Boltim berinisial FL, Istri FL berinisial ARA dan ayah menantu FL berinisial AR yang belakangan diketahui merupakan salah satu anggota Polsek Urban Kotabunan. Menurut pengakuan korban, peristiwa ini terjadi pada tanggal 7 Mei 2015 lalu.

Lewat kuasa hukumnya, terungkap, jika laporan Polisi (LP) yang dilayangkan kedua korban sejak 7 Mei 2015 lalu ke Polsek Urban Kotabunan, hingga hari ini belum juga ada perkembangan. “Jangankan penetapan tersangka, pemanggilan para terlapor saja setahu kami belum dilakukan, padahal pihak kepolisian sudah mengantongi dua alat bukti yang sah, yaitu keterangan dari 8 orang saksi yang diperiksa beberapa waktu lalu, dan alat bukti surat berupa hasil visum korban,” terang Charli Tuela SH.

Yang sangat disayangkan kata dia, justru laporan balik dari pelaku yang lebih dulu ditindaklanjuti. Bahkan, berdasarkan informasi yang dia terima, jika laporan balik pelaku sudah masuk tahap 1, ( Berkas perkara segera diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum).

“Inikan aneh, klien saya yang jadi korban penganiayaan, akan tetapi ketika mereka (terlapor) melakukan laporan balik, justru laporan mereka yang ditindaklanjuti, bahkan saat ini posisi klien saya sudah jadi tersangka, jangan sampai karena mereka keluarga Bupati, lantas melakukan perbuatan semena-mena kemudian tidak diproses hukum, saya menuntut keadilan jangan sampai ada kriminalisasi, saya akan menyurat ke Kapolri, Komnas HAM, Polda Sulut, dan Polres Bolmong terkait hal ini,” ungkapnya.

Diketahui, sebelumnya Hilda Mokodompit, pada tanggal 7 Mei lalu pukul 14.30 wita, melaporkan FL, ARA dan AR, atas dugaan penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama, pengancaman, penghinaan dan pengrusakan. Sebagaimana tertuang dalam Laporan Polisi (LP) bernomor : LP/76/V/2015?Sulut/Res-BM/Sek-Kotabunan.

Dalam laporan tertanggal 7 Mei 2015 lalu, yang diterima Brigadir Romel Pinontoan pada pukul 14.30 wita itu. Kejadian berawal ketika pada hari yang sama sekitar pukul 13.30 wita. tepatnya di dalam Toko milik korban (Toko Indria), datang istri Bupati Boltim berinisial ND bersama para terlapor, dan langsung marah-marah serta memaki (menghina.red) dan mengancam dengan kalimat. ‘Bin*t*ng, *nj!ng, kita moramas pa ngana, kita mokase robek ngana pemulu’, dan disaat itu tiga terlapor langsung melakukan penganiayaan.

Tak sampai disitu, usai melakukan penganiayaan, diduga salah satu pelaku berinisial ARA (Istri FL), masih merusak jualan korban yang berada didalam toko.

Hal yang sama dialami keponakan Hilda bernama Fahri Semat, ketika berada didepan toko milik Hilda Mokodompit. “Saya sedang berada didepan toko Ibu Hilda Mokodompit, saat itu Istri Bupati dan para rombongannya masuk kedalam toko, tiba-tiba ND bersama preman yang ia bawa berinisial K, langsung datang memukul saya, dengan tangan terkepal kearah wajah saya, hingga wajah dan bibir saya memar, saya hanya minta keadilan dari aparat kepolisian,” terang Fahri ketika melakukan jumpa pers, disalah satu Cafe, di Kota Kotamobagu, Jumat (23/5/2015) kemarin.

Sementara itu, ketika ditanya soal latar belakang penganiayaan, fahri mengatakan, setahu dia penganiayaan itu sendiri dipicu, hanya gara-gara mereka (Korban), memasang Baliho bakal calon bupati Herry Salim Mamonto (HSM).

“Memang didepan rumah ibu Hilda, kami memasang baliho HSM, mereka lantas mengajak taruhan, ketika kami tak mengindahkan ajakan mereka, mungkin itulah yang menjadi pemicu,” tandas Fahri.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Urban Kotabunan Kompol Teddy Pontoh, belum bisa dikonfirmasi terkait adanya tudingan ini. (Win)

Komentar Facebook

Komentar

Klinik Utama Kasih Fatimah

About Windiarto

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*