Ilustrasi Corat-Coret Siswa Siswi SMA & SMK Paskah Kelulusan Sekolah
Ilustrasi Corat-Coret Siswa Siswi SMA & SMK Paskah Kelulusan Sekolah

Dinas Pendidikan Bolmong Himbau Para Siswa, Supaya Tradisi Coret Baju Di Hilangkan

LiputanBMR, Bolmong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), melalui Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas), megegaskan kepada seluruh siswa Sekolah Menangah Atas (SMA) sederajat, yang telah melaksanakan Ujian Nasional (UN), pada saat pengumuman kelulusan sebaiknya menghindari tradisi coret-mencoret pakaian seragam sekolah.

Hal ini ditegaskan oleh  Kepala Diknas Pemkab Bolmong, Drs Olii Mokodongan, kepada awak media, kamis (21/04), dirinya mengatakan, kebiasaan melakukan corat mencoret seragam sekolah, alangkah baiknya dihindari dan ditinggalkan.

“Sebaiknya coret-mencoret pakaian seragam sekolah, tak perlu dilakukan, mengingat ada hal lain yang lebih bermanfaat. Misalnya bagi siswa yang sudah selesai mengikuti UN, melakukan kegiatan sosial dengan mengumpulkan semua seragam sekolah mereka untuk disumbangkan kepada adik kelasnya  terutama yang lebih membutuhkan,” kata Olii Mokodongan.

Diakui Olii, coret-mencoret pakaian seragam sekolah, ketika usai pengumuman kelulusan, merupakan bentuk kegembiraan dan euforia yang sangat berkesan. “Tapi, akan jauh lebih bermanfaat ketika kita mengumpulkan seragam, kemudian disumbangkan kepada adik kelas yang membutuhkan. Itu jauh lebih bermanfaat dibanding di corat coret,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mengharapkan partisipasi dari sekolah untuk melakukan pengawasan terhadap anak sekolah yang tinggal menunggu pengumuman hasil UN. “Siswa yang sudah selesai UN, harus terus dipantau. Jangan sampai karena mereka terbawa suasana sudah selesai UN kemudian terjadi hal yang tidak dinginkan yang merugikan mereka sendiri,” tuturnya.

Terkait dengan kelulusan pada pelaksanaan UN tahun 2016 ini, Bupati berharap siswa dan siswi di Bolmong dapat lulus 100 persen.

“Harapan kita mudah-mudahan semua bisa lulus dengan capaian nilai yang tidak mengecewakan. Kalau bisa semua 100 persen lulus,” pungkasnya.

Peliput: R_Th

Komentar Facebook

Komentar

Klinik Utama Kasih Fatimah

About Rian Thalib

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*