Benny Ramdhani : Radikalisme Adalah Musuh Bersama

LiputanBMR.com, Bolmong – Senator Benny Ramdhani menjadi pemateri sosialisasi tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, dalam melawan Radikalisme, Terorisme, dalam lingkup kemiskinan dan lingkungan hidup. Kegiatan ini diselenggarakan di Kantor Sinode GMIBM, Kamis, 24 Agustus 2017, bekerja sama dengan MPR RI, Kodim 1303 Bolmong, Polres Bolmong dan GMIBM.

Dalam pemaparan Benny, yang juga Anggota DPD RI Asal Sulawesi Utara, “Radikalisme dan terorisme ini adalah ancaman serius. Kita tidak boleh mengatakan bahwa mereka adalah kekuatan kecil, jadi kita semua harus selalu waspada, karena sel-sel mereka tidak pernah mati. Mereka terus berkembang biak untuk berupaya mengembangkan cita-cita ideologis mereka. Untuk itu, kita semua harus meyakinkan bahwa Indonesia dengan ideologis pancasila itu sudah final. Bukan negara agama, tapi negara pancasila,” tegas BRANI sapaan akrabnya.

Lanjutnya,”Jika kemudian muncul kelompok mengatasnamakan agama, menginginkan Pancasila ini diganti, bahkan mengatakan bahwa ideologi pancasila adalah ‘togut’? Lalu mereka ini siapa? Ketika kita bertanya siapa mereka itu, maka kita harus waspada dengan kekuatan itu. Ini adalah ideologi seberang, ini adalah idelogi yang mencoba dipaksakan masuk, diselundupkan untuk mencuci pikiran dan otak masyarakat dan warga bangsa kita. Cara menangkalnya, melalui kelompok-kelompok agama, melalui organisasinya harus secara intensif, menyebarkan nilai-nilai agamanya secara benar. Basis pendidikan untuk keagamaan harus kuat serta dialog antar agama diintensifkan. Artinya, semua harus memiliki pemikiran yang sama, bahwa radikalisme dan terorisme adalah musuh kita bersama dan kita harus membentuk kekuatan untuk melawan dan memberantas secara bersama,” tambah pimpinan Komite I DPD RI ini.

Ditempat yang sama, Ketua Sinode GMIBM Pdt Ch N Raintama P MTh, mengatakan, GMIBM menggelar sosialisasi dan diskusi ini secara terbuka. Beberapa narasumber kita undang, di antaranya, dari MPR RI Bapak Benny Ramdhani dan Kapolres Bolmong yang juga dari Muslim, Kodim 1303 Bolmong dan Kementrian Agama.

“Sekarang yang menjadi permasalahan bangsa adalah menanggulangi radikallisme. Dan itu adalah tanggung jawab kita bersama, mulai dari lingkungan, kita bentuk pondasi-pondasi secara bersama-sama, sebagaimana juga pada tema kita hari ini. Untuk itu, mari kita bangun jejaring, dialog dan perspektif nasionalis dari semua komunitas lintas agama, untuk menangkal aksi ini (radikalisme dan terorisme, red)” tutupnya.

Hadir dalam acara tersebut, Kapolres Bolmong AKBP Faisol Wahyudi SIK, mewakili Dandim 1303 Bolmong, pengurus Sinode GMIBM, dan peserta undangan yang ada.

(Win)

Komentar Facebook

Komentar

Klinik Utama Kasih Fatimah

About Windiarto

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*